Pengusaha dan Supir Angkot Minta Dishub Beli Angkot Mereka

Pengusaha dan Supir Angkot Minta Dishub Beli Angkot Mereka

- detikNews
Kamis, 11 Des 2008 13:39 WIB
Pengusaha dan Supir Angkot Minta Dishub Beli Angkot Mereka
Bandung - Pengusaha dan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bandung, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota untuk membeli angkot mereka senilai Rp 100-150 juta per unit jika Trans Metro Bandung (TMB) terus diberlakukan.

"Ini adalah lahan kami, pemerintah harus berani beri konpensasi dari direbutnya lahan pendapatan kami dengan adanya TMB," tegas Ketua Tim Verifikasi Penolakan TMB JM Sirait, saat ditemui di pangkalan angkot Cicaheum-Cibaduyut, Jalan Soekarno Hatta, Kamis (11/12/2008).

Dirinya juga mengaku, permintaan konpensasi tersebut berasal dari 5400 armada angkot yang berada dalam 3 naungan koperasi pengusaha angkot, yaitu, Kobutri, Kobanter, dan Kopamas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini semua adalah jumlah dari angkot yang trayeknya dilalui TMB. Usaha angkot akan terancam bangkrut," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak bertemu dengan Wali Kota Bandung Dada Rosada untuk duduk bersama membicarakan rencana pengoperasian TMB. Mereka menginginkan pertemuan tersebut diadakan sebelum pengoperasian TMB yang rencananya akan dilakukan pada minggu kedua bulan Desember 2008.

"Selama ini kita belum pernah diajak bertemu untuk membicarakan masalah ini, pernah ada pertemuan tapi malah membicarakan sosialisasi TMB dan bukan berdiskusi dampak," tutur Sekretaris Tim Verifikasi Penolakan TMB Anton Girsang, saat ditemui di tempat yang sama.

Anton pun menuturkan, jika timnya telah mengirimkan surat penolakan kepada 12 instansi terkait beroperasinya TMB, dari mulai Presiden sampai dengan Wali Kota Bandung pada hari Sabtu (6/12/2008) kemarin.

Dari penyataan yang dilayangkan tersebut terdapat 10 point sebab penolakan. Diantaranya adalah suku cadang yang mahal dan 70 persen angkot yang ada belum lunas kreditnya. Sehingga para pengusaha angkot membutuhkan usaha angkot.

"Ya kalau pemerintah mau ganti silakan saja dengan harga yang ditawarkan (Rp 100-150 juta - red), tinggal kalikan saja dengan 5.400 angkot," tantang JM Sirait.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/afz)


Berita Terkait