Hal itu disampaikan perwakilan dari LSM Integrated Management for Prevention and Control and Treatment of HIV/AIDS (IMPACT) Bachti Alisjahbana. Menurutnya secara umum diketahui bahwa prevalensi HIV/AIDS ditemukan lebih banyak di Lapas ketimbang di masyarakat umum.
"Kejadiannya lebih tinggi pada pengguna narkoba suntik di lingkungan Lapas narkotika," jelasnya saat acara Peringatan Hari AIDS Sedunia di Tingkat Jawa Barat, di Lapas Banceuy, Bandung, Kamis (11/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadikan angka kematian di lapas tinggi. Penyakit HIV/AIDS penyebab paling banyak penderita meninggal di Lapas. Selain itu, bila seorang misalnya sakit TBC, bila tak terdeteksi, menjadi ancaman bagi penghuni lain karena mungkin menularkan penyakit tersebut," katanya.
Adanya pelayanan kesehatan di lapas seperti tersedianya klinik, tambah Bachti, memberi keuntungan bagi para napi. Dengan kesehatan yang diperhatikan, bisa membuat rasa nyaman bagi napi walau dirinya sedang ditahan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.Β
(bbp/ern)











































