"Banjir melanda Majalaya sebanyak 10 kali. Pada April 8 kali dan November dua kali, kerugian mencapai Rp 10 miliar," ujar Camat Majalaya Yiyin Sodikin dalam diskusi publik bertema "Menggagas Solusi Penanggulangan Banjir Majalaya" di Gedung Pertemuan Citra Rasa, Jalan Kondang No.12 Majalaya, Rabu (10/12/2008).
Menurut Yiyin, dari 11 desa di kecamatan Majalaya, sebanyak empat desa yang terkena banjir. Sebanyak 2.764 rumah dari 31 RW dan 97 RT dilanda banjir. "Empat desa itu terdiri dari 11.508 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 3.375," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Ketua Komite Persiapan Penanggulangan Banjir Majalaya Satya Natapura menyatakan banjir yang melanda Majalaya hampir 20 tahun terakhir ini, akibat meluapnya sungai citarum, yaitu penyempitan badan sungai di Citarum, pendangkalan sungai, dan berkurangnya daerah resapan dan wilayah genangan.
"Hampir setiap tahun 10 kali Majalaya diterjang banjir. Karena itu kami sudah membentuk relawan yang bisa mengantisipasi banjir, agar tidak jatuh koeban jiwa," kata Satya.
Sementara itu Acil Bimbo, perwakilan LSM Bandung Spirit meminta agar warga korban banjir untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah setempat. "Jangan sampai pemerintah lupa. Sehari ingat, sehari enggak," katanya.
Selain itu, lanjut Acil, perlu dibentuk tim penanganan banjir di tingkat RT dan RW yang memantau ketinggian air sungai saat musim hujan dan juga untuk antisipasi korban-korban yang panik.
Pantauan detikbandung di Jalan Laswi dan Kondang masih terlihat gunungan lumpur dan pasir bekas banjir. Warga terlihat membersihkan sampah yang menumpuk di selokan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)
