Dari handphone milik korban yang disita oleh polisi, terdapat 44 SMS dalam outbox. SMS tersebut ditujukan kepada kerabat dan keluarga. Salah satunya ditujukan pada kakaknya, Iwan Rusdiawan. Eva merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Berikut isi SMS yang ditujukan pada Iwan, Selasa 9 Desember 2008 pukul 15.29 WIB. "Wan, mihape ka c'mamah urang moal bisa jadi budak nu bageur jang c'mamah. Hampuranya Wan, bejakeun kakabeh kalauwarga, urang menta hampura (Wan, tolong sampaikan pada mamah, saya tidak bisa jadi anak baik untuk mamah. Maafin ya Wan, tolong sampaikan kepada semua keluarga, saya minta maaf-red)."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski SMS dalam outbox ini dikirim kemarin, namun belum ada keterangan resmi dari polisi kapan Eva gantung diri. Polisi pun masih belum mau memberikan keterangan mengenai motif bunuh dirinya siswi kelas 2 SMK tersebut.
Ayah Eva, Dedeng Suryana (48), mengatakan dirinya terakhir bertemu dengan anaknya pada saat Hari Raya Idul Adha lalu. "Enggak ada masalah apa-apa di keluarga, setiap minggu pulang. Terakhir bertemu saat kurban kemarin, tidak ada perasaan apa-apa. Cuma saat itu saua suruh makan, dia enggak mau," tuturnya di Mapolsek Bandung Kulon, Rabu (10/12/2008).
Eva ditemukan tergantung di kamar kosannya oleh ibu kos pada Rabu pagi, pukul 06.00 WIB. Saat ditemukan, Eva mengenakan seragam sekolahnya dengan tambang pramuka yang melilit di lehernya. Pihak keluarga menolak untuk diotopsi. Jenazah Eva saat ini masih berada di kamar jenazah RSHS.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ern/ern)










































