Eva Kirimkan 44 SMS Berisi Permintaan Maaf

Siswi SMK Gantung Diri

Eva Kirimkan 44 SMS Berisi Permintaan Maaf

- detikNews
Rabu, 10 Des 2008 11:25 WIB
Eva Kirimkan 44 SMS Berisi Permintaan Maaf
Bandung - Sebelum gantung diri, Eva Septiani (17), siswi kelas 2 SMK Kimia Dharma Bakti, sempat mengirimkan SMS atau pesan singkat elektornik kepada keluarganya. Isinya berupa permintaan maaf kepada keluarga.

Dari handphone milik korban yang disita oleh polisi, terdapat 44 SMS dalam outbox. SMS tersebut ditujukan kepada kerabat dan keluarga. Salah satunya ditujukan pada kakaknya, Iwan Rusdiawan. Eva merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Berikut isi SMS yang ditujukan pada Iwan, Selasa 9 Desember 2008 pukul 15.29 WIB. "Wan, mihape ka c'mamah urang moal bisa jadi budak nu bageur jang c'mamah. Hampuranya Wan, bejakeun kakabeh kalauwarga, urang menta hampura (Wan, tolong sampaikan pada mamah, saya tidak bisa jadi anak baik untuk mamah. Maafin ya Wan, tolong sampaikan kepada semua keluarga, saya minta maaf-red)."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari yang sama, pukul 15.11 WIB, terdapat SMS yang disampaikan kepada Ua Euis. Isinya : "Sabar aya batasanana. Ti leuleutik Eva teh geus cape, ngagugulukeun sabar. intina mah, eva geus embung nyanghareupkeun hirup ieu. Hampura ka sadayana (Sabar ada batasannya. Sejak kecil Eva udah cape terus bersabar. Intinya, Eva udah enggak mau lagi menghadapi hidup ini. Maaf buat semuanya-red)."

Meski SMS dalam outbox ini dikirim kemarin, namun belum ada keterangan resmi dari polisi kapan Eva gantung diri. Polisi pun masih belum mau memberikan keterangan mengenai motif bunuh dirinya siswi kelas 2 SMK tersebut.

Ayah Eva, Dedeng Suryana (48), mengatakan dirinya terakhir bertemu dengan anaknya pada saat Hari Raya Idul Adha lalu. "Enggak ada masalah apa-apa di keluarga, setiap minggu pulang. Terakhir bertemu saat kurban kemarin, tidak ada perasaan apa-apa. Cuma saat itu saua suruh makan, dia enggak mau," tuturnya di Mapolsek Bandung Kulon, Rabu (10/12/2008).

Eva ditemukan tergantung di kamar kosannya oleh ibu kos pada Rabu pagi, pukul 06.00 WIB. Saat ditemukan, Eva mengenakan seragam sekolahnya dengan tambang pramuka yang melilit di lehernya. Pihak keluarga menolak untuk diotopsi. Jenazah Eva saat ini masih berada di kamar jenazah RSHS.





Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini