Sejak tanggal 5 November lalu, Iman mulai jalan mundur dengan menggunakan egrang setinggi 2 meter ini dari Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Ciamis. Dengan menggunakan pakaian ormas Pemuda Panca Marga (PPM), lengkap dengan baret dan bendera merah putih, Iman menyusuri jalan aspal menuju Jakarta.
Ditanya mengenai kendala yang dialami Iman saat berjalan mundur, Iman mengaku tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan dari Kabupaten Ciamis menuju Kota Bandung. Hanya saja jalur terberat yakni saat melintas wilayah Nagreg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iman sampai Bandung pada 26 November 2008 lalu. Setelah diterima oleh Asisten Daerah III Bidang Kesejahteraan Sosial Pemprov Jabar Pery Soeparman hari ini, Iman langsung melanjutkan perjalannya ke arah Cimahi dengan dikawal oleh sekitar 8 orang dari PPM.
"Kita sangat mendukung apa yang dilakukan oleh dia (Iman - red). Dia membawa misi mulia yakni melestarikan enggrang. Rencananya dia akan bertemu dengan Menpora dan Mendiknas untuk mengusulkan egrang masuk dalam kurikulum pendidikan. Ya, minimal di tingkat sekolah dasar," ujar Pery Soeparman, usai melepas Iman berangkat ke Jakarta di Gedung Sate.
Iman akan berjalan mundur dengan menggunakan egrang ke Jakarta dengan rute Ciamis, Bandung, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Warung Kondang, Bogor, Ciawi, Cibinong, Cimanggis dan Jakarta.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/ern)











































