Pendidikan yang berlangsung selama 3 bulan ini diikuti oleh 18 orang prajurit Paskhas berpangkat Perwira dari Batalyon satuan jajaran Korpaskhas di seluruh Indonesia untuk Sus Danki, dan 29 orang prajurit Paskhas untuk Sus Bravo.
Predikat siswa terbaik diperoleh oleh Letda Pasukan David Dulinggomang dari Batalyon 461 Paskhas Jakarta serta Prada Laude Ronie dari Detasemen Bravo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama seperti kursus komandan kompi dan sus spesialisasi bravo ini, agar prajurit Paskhas siap digunakan sesuai kemampuan untuk mendukung tugas-tugas korpaskhas maupun tugas bersama satuan TNI lainnya, kapanpun dan dimanapun bertugas," ujarnya.
Prajurit yang mengikuti kursus Sus Danki, kata Harry, sebagai calon pemimpin di satuan setingkat Kompi yang membawahi langsung anggotanya, dituntut penguasaan prosedur pimpinan pasukan di tingkat kompi, taktik dan teknik pertempuran serta harus mampu memahami manajemen organisasi.
Sementara bagi para prajurit kursus bravo, bertujuan untuk memberikan bekal awal tentang pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan bagi prajurit Paskhas yang akan tergabung dalam Detasemen Bravo.
Pada acara penutupan ini, tampak hadir Wadan Korpaskhas Kolonel Pasukan Amarullah, para Asisten Korpaskhas, dan pejabat Korpaskhas.
(ern/ern)











































