Seperti Petani yang Membunuh Semua Ular

Curug Jompong Akan Dipangkas

Seperti Petani yang Membunuh Semua Ular

- detikNews
Selasa, 09 Des 2008 11:44 WIB
Seperti Petani yang Membunuh Semua Ular
Bandung - Banjir di Kabupaten Bandung jangan disikapi dengan mengambil solusi instan. Akibatnya, seperti petani yang membunuh semua ular di sawahnya dan gagal panen karena hama tikus merajalela.

Meluapnya Sungai Citarum menimbulkan masalah dan kerugian besar di masyarakat, termasuk warga Kabupaten Bandung yang tiap tahun kebanjiran. Tetapi luapan sungai adalah hal normal, karena tidak ada lahan yang mampu menyerap air lagi.

Sebab akibat yang normal ini, ditegaskan peneliti LIPI Budi Brahmantyo, jangan disikapi dengan menyalahkan alam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hak sungai untuk meluap, karena saat ini air semuanya di permukaan. Daerah aliran sungai sudah tidak berfungsi sebagai daerah resapan lagi," ujar Budi yang juga dosen di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.

Ditambahkan Budi, beberapa titik di daerah aliran Sungai Citarum dari dulu sudah menjadi dataran banjir (flood plain). "Masyarakat yang tinggal di daerah ini, seharusnya sudah mengetahui hal ini dan membuat pilihannya dengan bijak. Kalau memang tidak ada pilihan dan harus tinggal di situ, mungkin lebih cocok membangun rumah panggung. Kita tidak bisa lantas menyalahkan alam, dan dengan gegabah mengubahnya," tandasnya.

Budi mencontohkan, usulan Pemda Jabar memangkas Curug Jompong, memang akan memperlancar aliran sungai sehingga dataran banjir tidak terendam luapan sungai. Tetapi keputusan tersebut akan mengakibatkan munculnya masalah baru yang akibatnya juga menyulitkan masyarakat.

Jaringan sungai di hulu dari Curug Jompong akan mengikuti secara proporsional, terutama kecepatan erosi secara vertikal. Erosi akan terjadi secara besar-besaran di seluruh Cekungan Bandung hulu. Lembah-lembah baru akan terbentuk secara vertikal, dan bukan tidak mungkin akan meruntuhkan pondasi-pondasi jembatan di seluruh jaringan sungai di daerah aliran Sungai Citarum hulu.

Satu dampak lain yang pasti terjadi menurut Budi adalah terancamnya Waduk Saguling. "Dampak dari erosi itu juga, sedimentasi akan semakin besar dan mengalir bebas memasuki Waduk Saguling. Jika pasokan listrik dari Waduk Saguling terganggu, berapa besar kerugiannya?"

Solusi yang paling tepat menurut Budi adalah mengembalikan fungsi daerah-daerah resapan mulai dari hulu sampai ke hilir sungai.

"Jangan bertindak gegabah, seperti petani yang karena dia digigit ular, lantas membunuh semua ular di sawahnya. Akibatnya justru fatal, hama tikus merajalela dan panennya gagal," simpul Budi.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.

(lom/lom)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads