Alasan memangkas Curug Jompong memang masuk akal. Saat ini aliran Sungai Citarum terkesan kurang lancar karena kemiringannya kecil. Ini dibuktikan dengan terjadinya putaran air di beberapa titik menjelang bibir Curug Jompong, yang berarti air tertahan. Saat hujan turun dan debit air menjadi besar, maka Sugai Citarum akan meluap.
Dengan memangkas Curug Jompong, kemiringan sungai akan bertambah besar dan aliran air lebih lancar. Luapan sungai pun bisa diatasi atau setidaknya dikurangi sehingga tidak menimbulkan banjir yang berlangsung sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini saja sedimen di Waduk Saguling sudah cukup parah. Aliran air yang semakin cepat akan diikuti dengan peningkatan erosi. Perlu dihitung cermat, berapa besar erosi yang akan terjadi. Waduk Sangguling yang akan terancam," ujar peneliti dari LIPI Budi Brahmantyo yang juga staf pengajar di Institut Teknologi Bandung, saat meninjau Curug Jompong bersama wartawan akhir pekan lalu.
Selain akibat yang langsung bisa terlihat, masih ada efek lainnya yang akan menyusul seperti perubahan ekosistem sungai. Seberapa besar perubahan tersebut, kembali harus ada perhitungan sejak awal.
"Pemangkasan Curug Jompong solusi yang tidak tepat. Curug Jompong sudah ada sebelum manusia mendiami daerah yang sekarang banjir. Bukan Curug Jompong yang menyebabkan banjir," tandas Budi.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































