Bersama seorang putri yang baru berusia setahun dan 6 orang tetangganya, Yani (30) warga Babakan Sawah, Ciparay, Kabupaten Bandung, Idul Adha adalah momen yang selalu dinantikan.
Bagaimana tidak, daging gratis ia bisa peroleh ditiap hari raya kurban. "Lumayan, daripada beli dipasar mahal harganya. 1 kg bisa sampai Rp 50 ribu," tutur Yani kepada detikbandung, saat ditemui di Masjid Raya Agung Kota Bandung Provinsi Jabar, Jalan Dalem Kaum, Bandung, Senin (8/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalauย memotong jalan tidak sampai 15 km paling juga 10 km, kalau dihitung mah ada 6 lampu merah yang dilewati," kisah Yani.
Berbeda dengan Mintarsih (52), bersama cucunya, Erna (10), ia harus nekad pergi menuju Masjid Agung dari kediamannya di Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Pasalnya, sang anak tidak mengijinkan dirinya untuk berangkat berburu daging kurban di Kota Bandung. Malah dirinya dijanjikan akan dibelikan daging di pasar oleh sang anak.
"Tapi saya kasian sama anak saya, bapaknya Erna nganggur, ini juga sekalian ajak cucu naik kereta," tutur Mintarsih.
Tak hanya orang tua yang mencoba mendapatkan daging kurban, anak-anak kecil juga dilibatkan dalam antrian jatah kurban. Dari pantauan detikbandung, ratusan anak bersama orangtuanya berebut antrian daging kurban.
"Kalau sendiri sedikit kebagiannya, makanya ajak cucu antri juga ambil daging, sekalian nambah-nambah stok sehari-hari," kata Mintarsih.
Pembagian daging kurban berlangsung tertib di Masjid Raya Agung Bandung. Dari 5 ekor sapi dan 11 ekor domba, dihasilkan kurang lebih 2.500 kantung plastik dengan masing-masing seperempat kilogram.
Pembagian dilakukan di dua pintu keluar masjid yang terletak tepat di belakang makam R A Wiranatakusumah, Bupati Bandung ke VI.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/afz)










































