Demikian dikatakan oleh Anggota LSM Alam Indonesia Divisi SAR dan Mitigasi Bencana Cucum Salman, saat dihubungi detikbandung, Minggu (7/12/2008) petang.
"Dari 400 makanan yang dibutuhkan. Dapur umum hanya bisa mampu menyediakan 150 makanan bagi korban banjir. Belum lagi nasi bungkus yang biasanya dibagikan dua kali, kemarin hanya dibagikan satu kali di pagi hari. Para pengungsi hampir kelaparan," kata Cucum.
Tak hanya itu, tambah Cucum, sebagian pengungsi hampir frustasi karena kondisi air yang mulai surut namun tiba-tiba datang hujan dan air kembali naik. Siang tadi, hujan mengguyur Bandung dan sekitarnya.
"Ada beberapa warga yang 5-6 kali pulang ke rumahnya untuk beres-beres rumah. Tapi saat tiap melihat hujan turun mereka kembali ke pengungsian. Mereka mengaku stres karenanya," tutur Cucum.
Saat ini, kondisi air di Sungai Citarum dari hasil pemantauam Tim Alam Indonesia sudah mulai surut hingga 1 meter. Namun kondisi rumah di sekitar Sungai Citarum masih tetap terendam air setinggi 1,5 meter.
Sedangkan tim medis siap siaga mengantisipasi penyakit yang menimpa para pengungsi. "Tim medis mobile, tidak diam di satu tempat Jadi begitu ada laporan warga yang sakit, tim langsung bergerak," pungkas Cucum.
Banjir di Kabupaten Bandung ini menyebabkan dua kelurahan yakni Andir dan Baleendah terendam. Ribuan rumah dan puluhan ribu jiwa terpaksa harus mengungsi. Ratusan orang dievakuasi di posko penampungan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/afz)











































