Menurut Kasatreskrim Polres Bandung Barat, Renold Hutagalung, S ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB oleh rekan kerjanya. "S ditemukan dalam kondisi terkapar di sebuah gudang tempat ia bekerja dengan mulut berbusa," tutur Renold di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Sabtu (6/12/2008).
Perusahaan tempat S bekerja adalah perusahan yang menjual alat kimia untuk sablon.
Darwanto (21) yang menemukan S mendengar bunyi seperti orang mendengkur di gudang perusahaan. Setelah dihampiri, S sudah terkapar dan mengeluarkan busa. Rekan-rekan S langsung melarikan S ke Rumah Sakit Immanuel. Namun sebelum tiba di rumah sakit, S meninggal dunia.
Saat kejadian S menggunakan kaos warna biru dan celana jeans. Pihak kepolisian mendapat laporan pukul 12.00 WIB.
Saat polisi mendatangi TKP ditemukan satu buah jerigen berisi formalin dan gayung yang di dalamnya terdapat sedikit sisa cairan formalin. Sepertinya S tahu bahwa cairan tersebut adalah formalin.
"Diperkirakan korban bunuh diri dengan meminum cairan formalin," tutur Renold. Berdasarkan keterangan rekan-rekan S, S diduga mengalami frustasi karena diputuskan pacarnya.
Pada pukul 16.45 WIB jenazah S sampai di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk diotopsi. Saat datang ke RSHS dari hidung korban juga keluar busa.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/ema)











































