Hal ini dirasakan Dedi Sopandi (42) pedagang kambing di Jalan Sancang. Di hari ketiganya berjualan hewan qurban kambing, baru terjual tiga ekor. Pria berambut pendek yang asal Garut ini mengatakan tahun lalu, dalam waktu tiga hari, dia sudah bisa menjual 10 ekor kambing.
"Tiga hari 10 ekor kambing. Kalau sekarang 1 hari hanya terjual 1 ekor," jelasnya. Menurut Dedi, turunnya pembelian kambing karena harga kambing dari peternak pun mengalami kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin karena pengaruh krisis global. Petani pun menyesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya.
Hal senada dikatakan Endang (30) yang menyatakan harga kambing dari peternak naik. Endang yang berjualan di Jalan Lodaya ini mengaku jik atahun lalu dirinya 40 ekor kambing, tahun ini hanya 25 ekor. Selama 3 hari berjualan, Endang baru menjual enam ekor.
"Untuk harga jual kambing antara Rp 800 ribu- Rp 2 juta. Itupun tergantung berat badan kambing," terangnya.
Namun Endang yakin, dagangannya akan habis karena dia masih punya waktu dua hari lagi menjelang Hari Raya Idul Adha. "Mungkin ramainya pas lebaran atau pagi emnjelang penyembelihan," ujarnya.
Dedi Sopandi dan Endang pun mengaku walaupun hewan qurban yang mereka jual belum ada pemeriksaan resmi dari Dinas Pertanian yang rutin memberikan label sehat, kambing yang dibawa mereja sebelum diboyong ke Bandung sudah menjalani pemeriksaan.
"Kita pun tidak mau membohongi pembeli dan menjual kambing yang kondisinya tidak sehat," akunya.
Pantauan detikbandung, kambing-kambing dijual di atas trotoar. Setiap kambing diikatkan tali yang terpancang di patok bambu. Para pedagang tidur di sekitar tempat mereka berjualan. Mereka berjualan selama 24 jam.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/ema)











































