Pantauan detikbandung di Jalan Raya Dayeuhkolot, ketinggian air di di jalan raya mencapai 75 centimeter. Kendaraan roda empat dialihkan di daerah Rencong menuju Cibaduyut. Sementara roda dua masih memaksakan diri untuk lewat. Sebagian ada yang berhasil melewati, sebagian lagi banyak yang mogok di tengah jalan. Terpaksa para pengendara mendoring motornya.
Dadang Reysanto (42), warga Kampung Jambatan RT 6 RW 9 Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah, mengatakan saat ini ketinggian air di rumahnya setinggi dadanya. Dadang mempunyai tinggi sekitar 165 centimeter. "Belum surut-surut saja airnya dari semalam," kata dia.
Akibat banjir ini, perekonomian di Kecamatan Balendah dan Dayeuhkolot yang bertetangga ini lumpuh. Pantauan detikbandung, bank, toko maupun warung ditutup. Pasar Dayeuhkolot yang biasanya ramai pun pada Jumat pagi terlihat lengang.
Riki (20), security Bank Jabar, mengtakan aktivitas bank berhenti baru tadi pagi. "Saya engga tahu, kapan bank akan buka lagi," ujarnya.
Saat ini, warga korban banjir diungsikan ke beberapa titik seperti di tenda dekat jembatan Citarum dan Balai Kota.
(ern/ern)











































