Seperti yang dilakukan oleh Siti Nurhikmah (32), dirinya sibuk mengorek-korek puing rumahnya dengan harapan menemukan perhiasan emasnya.
"Saya cari perhiasan emas saya siapa tahu masih ada. Seluruh barang dan surat-surat penting yang disimpan di dalam rumah, tidak ada yang selamat. Ludes terbakar api. Boro-boro selamatkan barang, yang ada juga panik," kata Siti seraya terus mengais sisa runtuhan kebakaran, Kamis (4/12/2008) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sewaktu saya terbangun dan lihat api sudah besar di atap rumah, saya langsung lari dengan dua anak saya," kata Purwati.
Menurut warga, api diduga muncul pertama kali dari rumah petak Siti Nurhikmah. Menurutnya, dirinya tidak mengetahui kejadiannya karena tidak berada di rumah, begitu pula suaminya. Hanya anaknya yang masih tertidur yang berada di rumah saat kebarakan berlangsung.
"Saya tidak tahu kalau api datangnya dari rumah saya, waktu itu saya pergi ke pasar dan suami saya pergi ke masjid. Pas kembali, saya terkejut melihat rumahnya dan juga rumah petak tetangganya sudah berkobar api yang cukup besar. Yang kepikiran waktu itu anak saya di dalam rumah sendirian, tapi untungnya selamat oleh bantuan warga," tutur Siti lirih.
Kebakaran ini menyebabkan 14 rumah petak hangus terbakar. 12 KK dan 38 jiwa diungsikan di pos RW setempat. Sebagian warga lagi meminta sumbangan kepada para pengendara yang melintas di jalan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/afz)










































