"Saya tidak memberikan bantuan, tapi memberikan kailnya," ujar Hety dalam pameran koleksi batik Garutan miliknya di Selasar Sunaryo Art Space, Selasa (2/12/2008).
Hety yang memiliki usaha rias pengantin ini selalu menawarkan batik Garutan pada setiap kliennya. Diakuinya, awalnya para kliennya menolak untuk mencoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuat batik Garutan tampak lebih menarik, Hety pun memadukan beberapa koleksinya dengan aplikasi lain seperti payet. Dari situlah para kliennya mulai tertarik menggunakan batik Garutan.
"Saya tidak berpromosi karena tidak memiliki naluri bisnis atau modal bantuan berupa materi untuk membantu kelestarian batik Garutan, tapi melalui pengantin," terang Hety.
Menurutnya, promosi melalui orang lain memang membutuhkan jangka waktu yang cukup lama. "Biar lambat tapi pasti," tandas Hety yang juga kerap memakai beberapa koleksi batik Garutannya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ema/ema)











































