Mengoleksi Batik Garutan Selama 30 Tahun

Mengoleksi Batik Garutan Selama 30 Tahun

- detikNews
Rabu, 03 Des 2008 16:02 WIB
Mengoleksi Batik Garutan Selama 30 Tahun
Bandung - 'Saya membeli, saya suka, saya cinta', demikian sebaris kalimat yang disampaikan seniman Sunaryo untuk istrinya, Hety K Sunaryo yang dibacakan pembawa acara seusai peragaan busana batik Garutan di Selasar Sunaryo Art Space, Selasa (2/12/2008).

Untaian kata yang disampaikan Sunaryo untuk Hety tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap istrinya yang menjadi kolektor batik Garutan. Dalam pameran yang bertajuk Ngenteung ka Lembur, Hety pun memamerkan ratusan koleksi batik Garutan yang dimilikinya.

Meski sudah mengkoleksi 200 lebih Batik Garutan sejak 30 tahun yang lalu, Hety mengatakan dirinya tak berpretensi menjadi seorang kolektor. Semua terjadi tanpa sengaja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya saya suka batik Solo dan batik Cirebonan," tutur Hety. Ketika menemukan batik Garutan, meski awalnya terlihat kurang bagus, Hety pun terangsang untuk mengoleksinya.

Namun Hety mengaku dirinya pun terinspirasi oleh Menter Perindustrian dan Perdagangan masa kepemimpinan Soeharto, Hartanto. Di mana saat itu Hety melihat ketika Hartanto menikahkan anaknya, busana yang dikenakan pengantin adalah batik Garutan.

Keresahan melihat batik Garutan hanya ditempatkan di stand paling belakang dalam setiap pameran kerajinan pun turut mendorong Haty mengangkat nama batik Garutan.

Hety menilai Batik Garutan memiliki motif apa adanya. Sesuai dengan karakter masyarakat Sunda yang terbuka, bebas dan apa adanya. Dari setiap motifnya tampak karakter si pembuat batik. Sebuah cerminan masyarakat Sunda yang enggan dengan pujian. Mengeluarkan kata hati tanpa beban pemikiran. Batik Garutan memperlihatkan kepribadian si pemakai yang apa adanya.

"Orang Sunda spontan. Terlepas dari apakah motif tersebut bagus atau tidak," papar Hety.

Dari sekian banyak koleksinya, menurut Hety banyak diantaranya yang memiliki motif langka. Jika sudah seperti itu maka akan dibuat motif serupa ketika motif langka tersebut sudah mulai pudar. Ada pula diantara para kolektor yang pernah menawar untuk membeli koleksinya, namun Hety enggan untuk menjual.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/ema)


Berita Terkait