Kabid Pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan (P3H), Endang Sulistiowati, mengatakan pihaknya akan melakukan monitoring dan pemeriksaan ke tempat-tempat penjualan hewan kurban. "Ini akan kami lakukan di 30 kecamatan selama enam hari. Setiap hari ada petugas yang memonitoring kesiapan hewan kurban," ujarnya ditemui di sela-sela monitoring hewan kurban di Jalan Turangga, Selasa (2/12/2008).
Untuk pemeriksaan hewan kurban, lanjutnya, Dinas Pertanian akan menurunkan 46 petugas dan 6 dokter hewan. Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Hewan Dinas Pertanian Bandung Lismiarsih, menambahkan pemeriksaan akan dilakukan dua tahap, yaitu sebelum disembelih dan setelah disembelih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dinyatakan sehat, petugas akan memberikan label sehat yang bertuliskan 'sehat' dan ada tulisan serta stempel 'dinas pertanian'. "Ini agar masyarakat yakin dengan hewan yang dibelinya," ujar Lismiarsih.
Selanjutnya, kata dia, pemeriksaan juga dilakukan setelah disembelih. "Nanti kita akan periksa bagian-bagian dalam hewan, seperti limpanya," tutur Lismiarsih.
Untuk tahun ini, ada 25 ribu hewan kurban terdiri 22 ribu kambing dan 3 ribu sapi. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu, di mana jumlah hewan kurban hanya 21 ribu. "Dari 21 ribu yang kedapatan sakit dan belum cukup umur, ada 1 sapi dan 12 domba," ungkap Endang.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)











































