Terlihat bapak Inoel Slamet Riyadi Bisri dan pamannya Rachmad Hamzah berada di Mapolresta Bandung Timur, Jalan AH Nasution. Namun, mereka enggan berkomentar mengenai pemeriksaan ini. Pemeriksaan Inoel sendiri belum diketahui dilakukan di ruangan mana. Sebab polisi enggan memberitahukannya.
Inoel keluar dari RS Sartika Asih sekitar pukul 13.45 WIB dan tiba di kantor polisi sekitar pukul 15.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena dua hari tidak pulang, akhirnya pihak keluarga melaporkan kasus hilangnya Inoel pada Sabtu (22/11/2008) ke Polresta Bandung Timur. Hingga akhirnya pada Sabtu lalu (29/11/2008), keluarga mendapatkan telepon dari seseorang yang bernama Oyo di Tasikmalaya, yang mengabarkan jika anaknya berada di Kampung Cigurubuk, Desa Pasir Batang, Kecamatan Manonjaya Kota Tasikmalaya.
Inoel ditemukan pada Sabtu subuh di sebuah masjid di kampung tersebut oleh Dodo. Kemudian Dodo menghantarkan Inoel ke rumah mantan lurah, Oyo. Akhirnya keluarga dan polisi menjemput Inoel. Setibanya di Bandung, Inoel dibawa ke RS Sartika Asih.
Kepada orangtuanya, Slamet Riyadi Bisri, Inoel mengaku dirinya diculik dan disekap. Tak hanya itu, dia pun mengaku dibius dan kerap dipukuli. Namun hingga saat ini, polisi masih belum menyimpulkan motif hilangnya Inoel karena penculikan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung
(ern/ern)











































