Hal tersebut diungkapkan oleh pengelola program KPA Jabar, Landry Kusmono saat ditemui wartawan di sekertariat KPA Jabar di Jalan Diponegoro No 20, Senin (1/12/2008).
"Prediksi tersebut dikarenakan banyaknya orang yang tidak memeriksakan dirinya ke dinas kesehatan. Karena itulah yang menjadi kendala kita untuk mendapatkan jumlah pasti penderita di Jabar," kata Landry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 4.051 pengidap HIV/AIDS, paling besar karena dikarenakan penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkoba. Mereka kebanyakan berada di kisaran usia produktif yakni 20-29 tahun. Angka ini adalah akumulasi dari tahun 1989-2008 dengan asumsi peningkatan 100-150 pengidap per bulan," papar Landry
Dari data yang didapatkan oleh KPA, Jabar menempati peringkat kedua setelah DKI Jakarta. Di Jabar, Kota Bandung paling tinggi dengan 1.089 pengidap AIDS dan 570 pengidap HIV positif.
KPA berharap adanya kesadaran dari tiap indvidu untuk memeriksakan kesehatannya. "Karena tidak diminta secara langsung untuk memeriksakan diri, kami berharap ada kesadaran dari individu untuk memeriksakan dirinya ke dinas kesehatan sekitar," pungkas Landry.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/ern)










































