KPA Jabar Duga Banyak Penderita HIV/AIDS yang Tak Terdata

KPA Jabar Duga Banyak Penderita HIV/AIDS yang Tak Terdata

- detikNews
Senin, 01 Des 2008 11:49 WIB
KPA Jabar Duga Banyak Penderita HIV/AIDS yang Tak Terdata
Bandung - Dari 4.051 penderita HIV/AIDS di Jabar, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Jabar memprediksikan angka tersebut masih jauh lebih kecil dengan angka penderita AIDS yang tidak diketahui. Perbandingannya, dari 1 orang yang terdata, ada  40 orang yang tidak terdata.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengelola program KPA Jabar, Landry Kusmono saat ditemui wartawan di sekertariat KPA Jabar di Jalan Diponegoro No 20, Senin (1/12/2008).

"Prediksi tersebut dikarenakan banyaknya orang yang tidak memeriksakan dirinya ke dinas kesehatan. Karena itulah yang menjadi kendala kita untuk mendapatkan jumlah pasti penderita di Jabar," kata Landry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Landry juga menambahkan, dari 4.051 pengidap HIV/AIDS yang terdata, sebagian besar disebabkan oleh penggunaan jarum suntik dikalangan pecandu narkoba. Angkanya menunjukan 1.778 penderita AIDS dan 969 penderita HIV positif.

"Dari 4.051 pengidap HIV/AIDS, paling besar karena dikarenakan penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkoba. Mereka kebanyakan berada di kisaran usia produktif yakni 20-29 tahun. Angka ini adalah akumulasi dari tahun 1989-2008 dengan asumsi peningkatan 100-150 pengidap per bulan," papar Landry

Dari data yang didapatkan oleh KPA, Jabar menempati peringkat kedua setelah DKI Jakarta. Di Jabar, Kota Bandung paling tinggi dengan 1.089 pengidap AIDS dan 570 pengidap HIV positif.

KPA berharap adanya kesadaran dari tiap indvidu untuk memeriksakan kesehatannya. "Karena tidak diminta secara langsung untuk memeriksakan diri, kami berharap ada kesadaran dari individu untuk memeriksakan dirinya ke dinas kesehatan sekitar," pungkas Landry.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini