Keputusan untuk meliburkan para siswa terpaksa diberlakukan di SDN Panyileukan 1, 2 dan 3. Tiga sekolah ini terletak di dua komplek yang terpisah. SDN Panyileukan 1-2 berada satu komplek dan berjarak sekitar 300 meter dari SDN Panyikeukan 3.
Menurut salah seorang penjaga SD Panyileukan 1-2, ada sekitar 12 ruang kalas di komplek sekolah ini. "Seluruh ruangan terendam lumpur tebal sekali, sekitar 10-15 centimeter. Kita minta bantuan dinas pemadam kebakaran untuk menyemprot lumpur agar mudah dibersihkan," ujarnya kepada detikbandung, Jumat (28/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, meski proses belajar mengajar di SD Panyileukan 3 juga terhenti, namun komplek sekolah hanya terendam air tanpa genangan lumpur.
Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai yang menjadi pertemuan tiga sungai yaitu Sungai Cipariuk di bagian timur, Sungai Cisalatri di bagian utara dan Sungai Cimeong di bagian barat. Hilirnya pertemuan tiga sungai ini persis di di Komplek Bumi Panyileukan.
Namun bagi beberapa siswa, liburnya sekolah disambut gembira. Seperti yang diperlihatkan Awaluddin Ahmad Maulana (11) murid kelas 4 SD Panyeluekan 3, yang tinggal di Margahayu. Saat tiba di sekolah, dengan ekspresi polos, dia bertanya ke penjaga sekolah bernama Dedi. "Pak kok sepi, libur ya?". Setelah mendapat kepastian dari Dedi, Awaluddin pun bersorak girang. "Asyik libur," ujarnya spontan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)










































