Hal itu disampaikan salah seorang Paman Inoel, Rachmad Hamzah (61), saat ditemui di rumah orangtua Inoel di Jalan Sepakbola, Komplek Arcamanik, Kamis (27/11/2008).
"Saya sengaja datang dari Semarang ke sini untuk memberi dukungan moril pada orangtua Inoel. Saya datang Selasa Malam lalu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Rachmad mengaku hingga saat ini belum ada kabar jika Inoel ditemukan di Semarang. "Meski saya di Bandung, saya terus melakukan kontak dengan keluarga di Semarang," ungkapnya.
Tak hanya keluarga besar di Semarang yang khawatir, Kakak Inoel, Satria Zulkarnaen, yang kini tengah berada di Jepang untuk mengambil studi S3 Fisika di sana, juga khawatir.
"Sebenarnya kakaknya ada keinginan untuk pulang, tapi keluarga tahan, sebab takut mengganggu studinya. Lagipula kalaupun ke Bandung buat apa, toh keadaannya masih gini-gini aja," kata dia.
Karenanya, kata Rachmad, keluarga berpesan agar Satria tetap konsentrasi menyelesaikan pendidikannya. Semua perkembangan Inoel akan selalu dikabari. "Dia juga mantau internet, makanya saya pesan di sini sama dia," tutur Rachmad.
Inoel tidak kembali lagi ke rumahnya sejak Kamis 20 November 2008. Sebelum berangkat ke kampus ITB, Jalan Ganesha, Inoel meminta uang untuk membetulkan kacamata. Ibunya memberikan uang Rp 150 ribu. Namun sebelum berangkat kuliah, Inoel meminta izin untuk pergi ke swalayan dekat rumahnya. Pada saat pergi, Inoel hanya mengenakan celana pendek dan tidak membawa apa-apa. Setelah dia pamit pergi ke swalayan, Inoel tak pernah kembali.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ern/ern)











































