Ditemui usai mengadakan pertemuan dengan pengurus HMP ITB dan Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Ir Widyo Nugroho Sulasdi mengatakan bahwa keterangan mengenai misteri Inoel harus satu pintu.
"Untuk keterangan mesti satu pintu," ucap Widyo singkat sambil berjalan menuju lift ke ruangannya, Rabu (26/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inoel tidak kembali lagi ke rumahnya sejak Kamis 20 November 2008. Sebelum berangkat ke kampus ITB, Inoel meminta uang untuk membetulkan kacamata. Ibunya memberikan uang Rp 150 ribu.
Namun sebelum berangkat kuliah, Inoel meminta izin untuk pergi ke swalayan dekat rumahnya di kompleks Rancamanik. Pada saat pergi, Inoel hanya mengenakan celana pendek dan tidak membawa apa-apa. Setelah dia pamit pergi ke swalayan, Inoel tak pernah kembali.
Inoel juga sempat mengirimkan SMS kepada temannya yang isinya meminta tolong pada hari dia dinyatakan hilang. Pada hari ketiga Inoel menghilang, Sabtu 22 November 2008, pembantu di rumah Inoel mendapatkan telepon asing yang mencurigakan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/ern)











































