"Saya menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Novotel Bandung hari ini. Seharusnya semua hotel di Bandung melakukan hal semacam ini. Saat ini baru Novotel Bandung yang melakukan Fire Drill Simulation," kata Kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung Prijo Soebiandono saat ditemui di Novotel Bandung, Jalan Cihampelas No 23-25, Selasa (25/11/2008).
Menurut Prijo, setiap gedung bertingkat harus memiliki standar pengamanan kebakaran (fire protection) sesuai dengan UU No 28 tahun 2002 dan Kepmen PU No 15 tahun 2001 mengenai ketentuan teknis pengamanan terhadap bahaya pada gedung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Engkun juga menambahkan bahwa pihaknya selalu rutin mengecek peralatan pemadam kebakaran dan latihan antipasi kebakaran.
"Ada sekitar 15 orang dalam tim fire brigade Novotel Bandung. Minimal 3 bulan sekali kita latihan dan kita rutin cek alat-alat pemadam kebakaran," pungkas Engkun.
Dalam simulasi kali ini, tidak hanya melibatkan tim Fire Brigade atau Emergency Response Team Novotel Bandung berserta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung saja, tapi turut pula melibatkan Damkar Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, relawan Damkar Kota Bandung, unsur pramuka dan Orari serta LSM Damai Bandung Bersatu (Demak).
Selain itu, sebagai tim pendukung ada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung dan Rumah Sakit Bersalin Hermina. Hadir pula Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda dalam acara tersebut.
"Saya berterima kasih atas inisiatif manajemen Novotel Bandung untuk mengadakan simulasi kebakaran ini," kata Ayi.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pendidikan Fire Safety Building Manager yang telah diadakan sebelumnya. Juga untuk mempraktekan prosedur operasi manajemen sistem penanggulangan kebakaran gedung Novotel Bandung.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/ern)










































