Ibunda Inoel, Butet Nasution kepada detikbandung, Senin (24/11/2008), menuturkan teman Inoel menerima SMS dari Inoel yang isinya meminta tolong. "Katanya di pagi yang sama saat dia hilang. Tapi saya tidak tahu persis isinya apa, karena saya tidak lihat," katanya.
Butet melanjutkan pada Sabtu (22/11/2008), pembantunya menerima telepon. "Saat diangkat cuma terdengar omongan 'diam lu' trus langsung ditutup. Tapi kita juga engga bisa menduga-duga apakah itu ada hubungannya dengan hilangnya Inoel atau tidak," ujar Butet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalaupun hilangnya Inoel disebut diculik, lanjut Butet, harusnya ada telepon meminta tebusan. "Tapi hingga saat ini kami tidak menerima telepon ke rumah atau ke HP yang meminta tebusan. Jadi kami pun sulit menduga-duga apa penyebabnya," ucapnya.
Butet melanjutkan anak keduanya tersebut dikenal ramah terhadap semua orang. "Temannya banyak, dia baik terhadap semua orang. Jadi kalau punya musuh, kecil kemungkinannya. Saya pun sudah bertanya pada teman-temannya apakah dia punya musuh atau tidak, dan semua menjawab tidak ada," ujar Butet.
Sebelumnya diberitakan, pada Kamis Pagi (20/11/2008), sebelum berangkat ke kampus ITB, Jalan Ganesha, Inoel minta uang untuk membetulkan kacamata. Ibunya memberikan uang Rp 150 ribu. Namun sebelum berangkat kuliah, Inoel minta izin untuk pergi ke swalayan dekat rumahnya. Pada saat pergi, Inoel hanya mengenakan celana pendek dan tidak membawa apa-apa. Setelah dia pamit pergi ke swalayan, Inoel tak pernah kembali.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung
(ern/ern)










































