Demikian dikatakan oleh Humas PT KA Daop II Bandung Mateta Rizalulhaq saat dihubungi detikbandung, Kamis (20/11/2008).
"Ada beberapa titik yang berpotensi mengganggu operasional kereta api. Hal ini karena faktor alam. Gangguan tersebut berupa longsor dan genangan air," ujar Mateta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mateta, kondisi geografis yang bertebing di daerah tersebut memang berpotensi terjadinya bencana alam. Bahkan di Stasiun Cipendeuy sudah dipersiapkan personel dan alat yang siap siaga jika ada bencana.
"Kita tidak berharap sesuatu yang buruk terjadi. Namun kita sudah mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi bencana. Di tebing sekitar daerah tersebut sudah kita upayakan dengan bronjong. Bronjong yakni batu yang diikat kawat untuk mengikat tanah tapi mengalirkan air," terang Mateta.
Sedangkan di arah barat, ada 2 titik yang rawan ambles. Daerah tersebut adalah antara Plered-Sukatani dan Sukatani-Rendeh.
"Karena di daerah tersebut adalah persawahan, jadi rawan terjadinya genangan air. Namun tahun kemarin, bantalannya sudah kita ganti dengan beton juga dipasang bronjong. Hingga saat ini belum terjadi rel ambles," pungkas Mateta.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/ern)











































