Industri TPT Jabar Tak Akan Produksi Middle Low

Upah Buruh Naik

Industri TPT Jabar Tak Akan Produksi Middle Low

- detikNews
Kamis, 20 Nov 2008 10:02 WIB
Industri TPT Jabar Tak Akan Produksi Middle Low
Bandung - Produksi  tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jabar selama ini untuk kelas menengah ke bawah. Jika upah buruh makin tinggi, maka produk kelas menengah ke bawah tak akan lagi diproduksi di Jabar.

"Upah buruh sudah sangat tinggi. Belum lagi tuntutan mereka yang menginginkan kenaikan di atas 10 persen. Jadi saat ini Jabar sudah tidak cocok lagi memproduksi produk pakaian jadi yang middle low," kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Ade Sudrajat kepada detikbandung, Kamis (20//11/2008).

Menurut Ade, kelas middle low masih menguasai pasar dalam negeri dan pasar di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ibarat piramida, kebutuhan konsumsi kelas middle low itu ada dibagian bawah dan tengah piramida. Kue besarnya ada disana. Sedangkan kelas atas hanya sedikit. Tapi ya bagaimana lagi. Sekarang tidak bisa produksi untuk kelas middle low di Jabar karena ongkos produksinya makin mahal," papar Ade.

Kondisi seperti ini, memaksa pelaku usaha garmen untuk menciptakan produk high class yang berkualitas dan berdaya saing. Baik untuk pasar lokal ataupun pasar dunia.

"Mau tidak mau industri kita harus bisa menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing untuk pasar lokal ataupun pasar dunia. Sudahlah, pasar middle low untuk Jateng saja. Karena di sana upah masih murah. Tidak seperti Jabar," pungkas Ade.

Senada dengan Ade, Fabric Technical Departement Head Dewhirst Menwear, Arief Budiman mengatakan sudah saatnya inovasi produk dilakukan.

"Sejak tahun 70-an, atau pertama kali industri tekstil masuk ke Indonesia, belum ada perubahan. Mesinnya masih sama, tidak ada pembaharuan. Produknya juga itu-itu saja tidak ada inovasi," terang Arief.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.

(afz/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini