Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar Ade Sudrajat, saat ditemui dalam acara seminar dan peluncuran buku Fabric Sourcing Handbook di Gedung Serba Guna Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STT Tekstil) di Jalan Jakarta, Rabu (19/11/2008).
"Saat ini di Indonesia total ada 1.700 pabrik dan di Jabar ada 696 pabrik dan dari 696 pabrik tersebut ada 3 pabrik yang masuk ICU. Maksudnya 3 pabrik besar tidak beroperasi karena krisis ini. Serta ada kurang lebih 1.700-an buruh yang dirumahkan. Bukan diPHK yah," terang Ade.
Menurut Ade, secara global, industri pertekstilan di dunia merosot sebesar 30 persen akibat krisis. Namun di Indonesia angkanya tidak mencapai 30 persen.
"Di dunia trennya merosot sampai 30 persen lho. Kita tidak sampai segitu. Ya hitung saja, dari 696 hanya 3 pabrik kok yang tidak beroperasi. Jadi kerugiannya juga tidak terlalu besar. Negara suplier besar pasti menanggung kerugian lebih besar," papar Ade.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/ern)











































