"Kita baru mendengarkan aspirasi dan keluhan dari kalangan arsitek, hukum, akademisi dan profesi, dan kemungkinan desainnya bisa berubah," ujar Juniarso Ridwan, di sela-sela diskusi dan workshop Revitalisasi Kawasan Tamansari dan Lembah Cikapundung, di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu (19/11/2008).
Β
Perubahan desain, tambah Juniarso, tergantung dari evaluasi yang sedang berlangsung dengan pihak-pihak terkait. "Semuanya baru dievaluasi, nanti bisa berubah setelah evaluasi," tandas Juniarso.
Di tempat yang sama, anggota dewan pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Sobirin Supardiyono menyatakan masyarakat harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan kawasan Baksil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya PT EGI memaparkan pembangunan di kawasan Baksil akan menggunakan 20 persen dari 3,8 hektare atau 760 meter persegi untuk pembangunan rumah makan, wahana bermain anak, galeri seni, dan ampi teater.
Lahan yang akan dipakai tersebut, bukan hanya lahan lama bekas rumah makan Baksil yang dulu terbakar, namun juga lahan baru yang berada di luar bekas rumah makan di Baksil.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung (ahy/ern)











































