Hal itu disampaikan Sekum FAGI Bandung Iwan Hermawan saat ditemui di PTUN Bandung, Jalan Diponegoro, Rabu (19/11/2008). "Sudah saatnya guru memilih guru," katanya kepada detikbanndung.
Menurut Iwan, selama ini perjuangan para guru selalu dikalahkan oleh kepentingan politik di legislatif. Hal inilah, kata dia, salah satu alasan kenapa para guru dan keluarganya serta para pelajar, diimbau memilih caleg yang berlatarbelakang guru.
"Lagipula selama ini juga, minim sekali caleg yang berlatar belakang guru yang duduk di legislatif," tambahnya.
Lebih lanjut Iwan mengatakan, FAGI berencana mendata caleg-caleg dari berbagai partai yang akan duduk di DPRD Bandung, yang berlatar belakang guru. "Awal Desember nanti pendataan akan dimulai," katanya.
Iwan juga berharap caleg-caleg yang berlatar belakang guru, pro aktif mendatangi FAGI dengan menyerahkan data diri yang berisi riwayat pernah mengajar di mana.
"Nanti akan dilakukan kontrak politik dengan para caleg tersebut. Nah para caleg itu pun nanti mempresentasikan visi dan misinya di hadapan guru-guru. Nanti kita bikin acaranya," tuturnya.
Selanjutnya, kata Iwan, para daftar caleg ini akan disebarkan ke sekolah-sekolah di Bandung, mulai dari tingkat TK hingga SMA. "Kini sudah ada 10 caleg yang berlatarbelakang guru yang datang ke FAGI," ungkapnya.
Iwan menyatakan suara pemilih pemula di Bandung cukup besar. "Jumlah SMA baik swasta dan negeri ada 120 sekolah dan SMK 75. Kalau setiap sekolah rata-rata 500 pemilih pemula, hitung saja sendiri. Cukup besar kan," ujarnya optimistis.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung
(ern/ern)











































