Pernyataan tersebut mencuat dalam workshop Revitalisasi dan Penataan Kawasan Tamansari dan Lembah Cikapundung, di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu(19/11/2008).
"Yang saat ini dibutuhkan warga Bandung adalah ruang untuk beristirahat bukan mal," cetus ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), Ridwan Kamil, dalam sesi workshop. Dalam acara ini hadir Wali Kota Bandung Dada Rosada, Kadistarcip Juniarso Ridwan, Kadisbudpar M Asykari, dan juga perwakilan dari PT EGI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, seorang tim teknis PT EGI yang juga turut hadir, memaparkan bagaimana pembangunan akan dilaksanakan dengan jaminan tidak merusak kawasan hijau yang telah berdiri.
Namun pemaparan tim teknis PT EGI dibantal Ridwan Kamil. Dia menentang kawasan Babakan Siliwangi akan dibangun menjadi ruang komersil. "Bukan masalah desain. Desain sangat progresif, tapi salah tempat," tegas Ridwan.
Menurutnya peruntukan Babakan Siliwangi sebagai ruang terbuka hijau yang harus tetap dijaga. "PT EGI tolong batalkan pembangunan di Babakan Siliwangi dan dengarkan juga aspirasi warga kota Bandung yang menolak pembangunan," pintanya.
Menanggapi pernyataan terkait pro-kontra pembangunan kawasan komersil di Babakan Siliwangi, perwakilan dari PT EGI Iwan Sunaryo, keukeuh menyatakan jika pembagunan di kawasan Baksil akan dinikmati oleh masyarakat nantinya.
"Kawasan komersil yang akan dibangun nanti di Babakan Siliwangi adalah untuk masyarakat juga," tandasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (ahy/ern)










































