Pantauan detikbandung di lokasi banjir, empat petugas Puskesmas Baleendah terlihat memeriksa warga. Satu persatu warga pun mengantre untuk menyampaikan keluhan kesehatannya. Ada sekitar 70 warga baik dewasa dan anak-anak berkerumun di mobil Puskemas yang terparkir dekat Masjid At-Taqwa, Jalan Mekarsari, Kabupaten Bandung.
"Warga menyampaikan kondisi kesehatannya. Ada yang mengeluh sakit flu dan gatal-gatal. Mayoritas warga mengaku gatal-gatal," ujar Kepala Puskesmas Baleendah Evi Hufaida, Senin (17/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berikan obat ini untuk keperluan dua hari. Sendainya ada warga yang tak kunjung sembuh, maka kami anjurkan datang ke Puskesmas," katanya.
Sementara itu, Kepala Kecamatan Baleendah Ruli Hadiana mengatakan, kehadiran puskesmas keliling itu untuk pertolongan pertama dalam mengantisipasi warga sekitar yang mulai terserang beragam penyakit.
"Pihak kecamatan sengaja mendatangkan satu unit mobil puskesmas keliling untuk mengetahui kondisi kesehatan warga di Kampung Cieunteung," kata Ruli saat ditemui wartawan di sekitar lokasi banjir.
Menurut dia, setahun ini kawasan di Kampung Cieunteung sudah tujuh kali dilanda banjir. Namun, banjir kali terbilang parah. Sebagai langkah menunjang kesehatan warga sekitar, pihaknya rutin mengirimkan air bersih.
"Setiap hari, sebanyak satu tengki atau 5 ribu liter air bersih diberikan kepada warga. Bantuan makanan dari pemerintah setempat belum bisa diberikan, sebab banjir di kawasan ini kategorinya belum tanggap darurat. Walau begitu, pihak kecamatan Baleendah akan berusaha inisiatif memberikan pasokan makanan," jelasnya.
Di kampung yang terbagi menjadi 4 RT itu, jumlah rumah tinggal sekitar 4 ratus kepala keluarga. Hampir seluruh rumah itu terendam banjir. Sementara jumlah warganya mencapai 1.200 orang. Sudah 3 pekan kawasan tersebut terendam banjir. Hingga saat ini ketinggian air beragam.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (bbp/afz)











































