"Hingga hari ini, pihak manajemen tidak mau diajak berunding. Yang terjadi adalah manajemen hotel hingga saat ini menghindar dan tidak mau bertemu dengan kami. Tidak tahu apa alasan mereka," ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Mandiri Himawanto saat dihubungi detikbandung, Minggu (16/11/2008).
Himawanto juga menambahkan, pihaknya akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga pihak manajemen mau berunding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung mengenai menghancurkan seperti apa yang dimaksud oleh Himawanto, dia menjelaskan bahwa pihaknya akan menghancurkan Hotel Grand Aquila secara finansial.
"Kita demo tiap Jumat-Sabtu, saat para pengunjung hotel sedang banyak. Nah, lama-lama tamu tidak mau menginap di sana karena terganggu. Kita akan tunggu sampai berapa lama mereka (manajemen hotel - red) bertahan," beber Himawanto.
Awal masalah terjadi saat karyawan Hotel Grand Aquila membentuk Serikat Pekerja Mandiri Hotel Grand Aquila Bandung (SPM HGAB). Surat keterangan serikat pekerja dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung pun disampaikan kepada pihak manajemen. Tak lama setelah surat tersebut diterima oleh manajemen, 9 orang karyawan yang merupakan pengurus dan anggota SPM HGAB pun dipecat.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/afz)










































