Saat melakukan razia, satu per satu pengunjung diminta polisi dan BNN untuk tes urin yang dilakukan secara acak. Di Amnesia misalnya, sebanyak 17 orang yang melakukan tes urin tidak ada satupun yang positif mengkonsumsi narkoba.
"Tidak semuannya dites urin hanya yang dicurigai. Tes urin dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan awal secara fisik. Jika mengkonsumsi narkoba, orang akan defensif saat melihat kita. Terus saat diperiksa matanya, kondisi matanya cekung dan pupilnya mengecil," terang salah seorang petugas BNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Wakapolwil meminta pihak diskotek mengizinkan masuk wartawan pun dipersilahkan meliput. "Izinkan masuk. Kalau tidak boleh masuk berarti ada apa-apanya," tegas Wakapolwil Bandung AKBP Iswahadi.
Benar saja, di diskotek ini ditemukan seorang pengunjung bernama Arif kedapatan membawa narkoba jenis shabu-shabu. Namun setelah dites urin hasilnya negatif. Walaupun begitu, untuk mempertanggung jawabkan kepemilikan shabu-shabu tersebut, Arif digelandang ke Mapolwiltabes untuk diperiksa lebih lanjut.
Di tempat terakhir yaitu Embassy di Ciwalk, Jalan Cihampelas, polisi mendapatkan seseorang bernama Johan, warga asal Medan yang kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis amphetamin. Ketika dites urin hasilnya positif.
Kasat Narkoba Polwiltabes Bandung AKBP Sukirman. Razia semacam ini akan terus dilakukan oleh jajaran kepolisian dan BNN Kota Bandung. Hal ini dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba di Kota Bandung.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/ema)










































