Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono. "Menurut data kami, Jabar berada di urutan pertama yang wilayahnya rawan bencana longsor. Itu terjadi dalam lima tahun terakhir. Poisis kedua Jawa Tengah,"ungkapnya di Bandung, Jumat (14/11/2008).
Surono memaparkan sepanjang 2003 dan 2004, masing-masing terjadi 25 kasus bencana longsor. Sementara korban meninggal akibat bencana tersebut, pada 2003
mencapai 49 orang. "Kalau 2004 sebanyak 22 orang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Surono mengatakan, pada 2006 jumlah longsor mencapai 20 kejadian. Untuk korban jiwanya 20 orang. Sementara sepanjang 2007, terjadi 36 bencana
longsor yang menewaskan 14 orang.
Sementara itu, dari data yang dimilikinya sejak Januari hingga November 2008, sudah terjadi 64 kali bencana longsor yang memakan jiwa sekitar 80 orang.
"Kalau dibandingkan dengan provinsi lainnya, untuk korban jiwa masih terbilang rendah. Tapi untuk angka kejadian bencana longsor, Jawa Barat masih nomer satu,"
terang Surono.
Lokasi yang selama ini rawan longsor, biasanya kawasan yang berada di atas dan bawah lereng perbukitan. Selama ini gerakan tanah yang menyebabkan terjadinya longsor karena dipicu oleh curah hujan yang tinggi.
"Ya, warga mesti waspada. Bila hingga Desember 2008 ini terus diguyur hujan, maka sejumlah wilayah kabupaten di Jawa Barat bagian selatan, rawan terjadinya bencana longsor," pungkasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung
(bbp/ema)











































