Laptop Semakin Murah, PC Ditinggalkan?

Laptop Semakin Murah, PC Ditinggalkan?

- detikNews
Rabu, 12 Nov 2008 16:21 WIB
Laptop Semakin Murah, PC Ditinggalkan?
Bandung - Di tengah serbuan laptop-laptop produk Cina dan Korea yang murah, ditambah fungsi laptop yang mudah dibawa, Personal Computer (PC) terkesan semakin ditinggalkan.

Dari yang terlihat di event Bandung Comtech 2008 di BeMall, Bandung, Rabu (12/11/2008), disposisi PC oleh laptop sepertinya memang terjadi. Tertangkap dari pintu masuk, stand-stand yang menjual laptop memenuhi ruang pameran. Dari sekitar 40 stand, hanya dua yang menyediakan PC dan aksesorisnya.

"Masyarakat Bandung sudah mulai menyukai yang praktis" jelas koordinator stand Aditama yang menjual beragam laptop, Edy Dermawan. Menurutnya masyarakat Bandung mulai menginginkan yang simple untuk mendukung gerak mobile mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Opini Aditama ini diamini Sari, salah satu costumer yang datang ke Bandung Comtech. "Masa ingin hot spot-an harus bawa komputer," ujarnya.

Tentu saja harga laptop kebanyakan masih lebih mahal dari PC yang standar. Namun ternyata harga tidak menjadi penghambat minat konsumen untuk ber-mobile-ria. Pun hal ini sudah diantisipasi produsen dan distributor laptop, dengan memasarkan produk-produk murah yang rata-rata buatan Cina dan Korea.

Lantas benarkah PC ditinggal oleh konsumen? Tidak sepenuhnya benar juga. Adi, koordinator stand Zion yang menjual PC menuturkan, masih banyak konsumen yang membeli PC. Selain karena harga yang lebih murah, konsumen juga lebih percaya kepada PC perihal hardware.

"Laptop kan kalau rusak satu rusak semua, beda dengan pc, bisa dibetulin satu-satu. Untuk hari ini saja sudah 30 unit pc yang terjual" terang Adi.

Selain didominasi pameran produk-produk laptop dan PC, di Bandung Comtech 2008 yang digelar 12-16 November 2008 juga terdapat banyak aksesoris untuk mobile internet dari beberapa ISP serta aksesoris komputer lainnya.




*)Penulis merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jurusan Bahasa Indonesia Semester 7. Tulisan ini dibuat dalam kegiatan Sehari Menjadi Wartawan Detikcom di BeMall, 12-16 November 2008. (lom/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads