Dalam rilis yang detikbandung terima, Selasa (11/11/2008) gubernur meminta Dinas Sosial Jabar untuk segera melakukan koordinasi guna menyalurkan bantuan dari Pemkab Garut, Pemprov Jabar, dan Depsos.
"Lurah dan camat segera menyiapkan lahan untuk memindahkan warga yang terkena musibah longsor. Kepala Dinsos Jabar juga harus segera melakukan langkah koordinasi dalam menyalurkan bantuan," tegas Heryawan seperti yang detikbandung kutip dalam rilisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bantuan awal guna membantu sementara, sambil menunggu bantuan lainnya," ujar Heryawan saat menemui para korban longsor di Kampung Pasir Muncang, Desa Panyindangan Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Jawa Barat..
Lebih lanjut Heryawan menyatakan, lokasi musibah sudah tidak layak lagi dijadikan pemukiman mengingat kondisinya yang sangat rawan longsor.
"Struktur tanah yang curam, tiadanya pepohonan dan air yang sangat deras membuat lokasi ini sangat mudah diterjang tanah longsor," jelas Heryawan.
Tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pakenjen, selain melantakan pemukiman warga, juga menghancurkan fasilitas umum lainnya seperti masjid dan jalan.Berdasarkan data yang dihimpun petugas Puskesmas Sindangratu, jumlah korban yang kehilangan tempat tinggal mencapai 307 kepala keluarga.
Meski demikian tidak ada korban jiwa. Musibah tanah longsor terjadi secara beruntun, dimulai dari Dusun Pasirmuncang tanggal 29 Oktober 2008 dan 6 November 2008, kemudian hal serupa terjadi serentak di 10 dusun lainnya yakni Kubang Sari, Nangela Dua, Sindang Sari, Sawah Gunung, Situ Bondol, Cigereleng, Guna Mekar, Wangun Sari, Negla dan Cidarangdan. Luas pemukiman yang terkena tanah longsor mencapai 48,5 hektar yang terdiri dari 11 dusun dan 8 desa.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/afz)











































