Telepon diterima oleh Entis (45), salah seorang satpam di ruangan front office Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung di Komplek Kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung, Jalan Terusan Al Fathu.
Kepada Entis, penelpon yang diketahui berjenis kelamin pria ini menyampaikan ancamannya. "Sudah saya peringatkan, kosongkan kantor dan ruangan. Allahu Akbar 3 kali lalu ditutup," ujar Entis menirukan ucapan penelpon tersebut, Senin (19/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lelaki dewasa yang usianya 30 tahunan. Dia mengucapkan dengan bahasa Indonesia dengan logat bukan orang Sunda," terang Agus.
Sebelumnya, sekitar pukul 09.15 WIB, Agus menerima telepon ancaman. Namun dalam ancamannya tersebut, penelpon tidak menyebutkan kata-kata bom. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Agus pun menelpon polisi. Sekitar pukul 09.30 WIB para karyawan diperintahkan untuk mengosongkan ruangan dan kantor.
"Saat itu ada sekitar 100 orang karyawan dan tamu. Pelayanan sempat terganggung dari pukul 09.30 hingga pukul 12.30 WIB. Tim Gegana dari Brimob Polda Jabar telah menyisir seluruh ruangan, namun tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan," pungkas Agus.
Pantauan detikbandung, kondisi kembali normal. Para pegawai sibuk melayani masyarakat. Tidak ada petugas polisi yang berseragam di sekitar lokasi. Tim Gegana pun telah kembali ke markasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/afz)










































