Ancaman Kedua Dicuekin

Kantor Pertanahan Kab.Bandung Diancam

Ancaman Kedua Dicuekin

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 10 Nov 2008 14:16 WIB
Ancaman Kedua Dicuekin
Bandung - Sekitar pukul 13.22 WIB, kembali telepon ancaman ditujukan ke Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung. Diduga penelpon adalah orang yang sama. Namun kali ini, tidak ditanggapi dengan serius.

Telepon diterima oleh Entis (45), salah seorang satpam di ruangan front office Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung di Komplek Kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung, Jalan Terusan Al Fathu.

Kepada Entis, penelpon yang diketahui berjenis kelamin pria ini menyampaikan ancamannya. "Sudah saya peringatkan, kosongkan kantor dan ruangan. Allahu Akbar 3 kali lalu ditutup," ujar Entis menirukan ucapan penelpon tersebut, Senin (19/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diduga penelpon adalah orang yang sama dengan yang tadi pagi menelpon. Menurut keterangan Agus, satpam kantor yang tadi pagi menerima telepon ancaman, diperkirakan yang menelponnya adalah lelaki dewasa yang berusia sekitar 30 tahunan.

"Lelaki dewasa yang usianya 30 tahunan. Dia mengucapkan dengan bahasa Indonesia dengan logat bukan orang Sunda," terang Agus.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.15 WIB, Agus menerima telepon ancaman. Namun dalam ancamannya tersebut, penelpon tidak menyebutkan kata-kata bom. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Agus pun menelpon polisi. Sekitar pukul 09.30 WIB para karyawan diperintahkan untuk mengosongkan ruangan dan kantor.

"Saat itu ada sekitar 100 orang karyawan dan tamu. Pelayanan sempat terganggung dari pukul 09.30 hingga pukul 12.30 WIB. Tim Gegana dari Brimob Polda Jabar telah menyisir seluruh ruangan, namun tidak ditemukan benda-benda yang mencurigakan," pungkas Agus.

Pantauan detikbandung, kondisi kembali normal. Para pegawai sibuk melayani masyarakat. Tidak ada petugas polisi yang berseragam di sekitar lokasi. Tim Gegana pun telah kembali ke markasnya.


Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/afz)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini