Syaharani and The Queenfireworks langsung membawakan beberapa buah lagu dari album-albumnya. Bahkan satu lagu baru yang berjudul 'Sayang, sayang, sayang' yang menurut Syaharani norak, tak disangka bagian refferainnya langsung dihapal penonton. Dengan energik Syaharani terus mengajak penonton untuk ikut bernyanyi.
"Ayo Bandung. Masa kalah sama suara sepak bola di sebelah," teriak Syaharani diikuti koor panjang penonton. Sekitar satu jam Syahrani and The Queenfirework berhasil membuai penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Formasi kolaborasi, 10th Edition Special Band yang digawangi oleh Ireng Maulana (gitar), Idang Rasjidi (piano), Margie Segers (vokal), Benny Likumahuwa (trombon), Didiek SSS, Tompi (vokal), Syahrani (vokal), Harry Toledo (bass), Rudi Subekti (drumer) dan Sam Pakuwun (Keyboard) pun menggebrak dengan beberapa lagu seperti Route 66, The Nearness of You, dan Fever.
Come Together menjadi aksi penutup yang manis. Idang Rasjidi pun beraksi dengan atraktif dan energik. Padahal dia mengaku sudah 20 tahun tidak memainkan teknik scating (menirukan suara alat musik - red).
"Karena saya terbawa suasana penonton yang asik banget. Akhirnya saya mainkan juga itu (scating - red). Padahal sudah 20 tahun saya tidak pernah memainkannya lagi," ujar Idang.
Walaupun mengaku sudah lama tidak memainkan scating lagi, namun penampilan Idang sangat memukau. Suara yang keluar dari mulut Idang sangat mirip dengan terompet. Bahkan Idang pun bergaya seperti pemain terompet.
Di sela penampilannya Idang mengajak penonton untuk datang ke Jakarta menyaksikan JakJazz di Jakarta 28-30 November 2008. Sedangkan ajang pembuka hajatan musi jazz tanah air ini selain di Bandung akan digelar di Jakarta 22 November mendatang.
"Even ini merupakan sebuah festival jazz mini yang berusaha dihadirkan untuk para penikmatnya. Dengan misi mengembangkan musik jazz, kami berharap semua penikmat musik dapat menikmatinya bersama," ujar Founder dan Chairman JakJazz Ireng Maulana usai pentas.
(afz/ema)











































