Penurunan Harga Premium Sarat Nuansa Politis

Penurunan Harga Premium Sarat Nuansa Politis

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 07 Nov 2008 11:33 WIB
Penurunan Harga Premium Sarat Nuansa Politis
Bandung - Beres melempar uang receh ke Kantor Pertamina Unit Pemasaran III Cabang Bandung di Jalan Wiratayudha, sebanyak 30-an mahasiswa dari BEM Bandung Raya menyambangi Gedung Sate untuk menyuarakan aspirasinya. Mereka merasa penurunan harga premium sarat nuansa politis.

Yang menarik, dalam perjalanannya dari Kantor Pertamina ke Gedung Sate, para demonstran mendorong 8 unit sepeda motor dan membawa seekor kuda yang dikendarai oleh seorang pria dengan mata yang ditutup sebelah.

Menurut Koordinator BEM Bandung Raya Gena Bijaksana saat ditemui di Gedung Sate, Jumat (7/11/2008), maksud mereka mendorong motor dan membawa kuda adalah sebagai simbol bahwa pemerintah tidak serius mengatasi krisis energi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini simbol pemerintah tidak mampu dan tidak serius mengatasi krisis energi di Indonesia. Bila hal ini terus berlanjut, 5 tahun ke depan sepeda motor ini hanya bisa didorong dan tidak bisa digunakan," ujar Gena.

Gena menambahkan, krisis global yang terasa hingga ke Indonesia menjadi pemicu tidak stabilnya perekonomian bangsa. Turun drastisnya harga minyak dunia telah membuat pemerintah menurunkan harga premium menjadi Rp 5.500 per awal Desember nanti.

"Kenapa hanya premium saja yang diturunkan. Padahal ada solar dan minyak tanah yang dibutuhkan oleh rakyat banyak. Saya melihat ini ada unsur politis dalam penurunan harga premium," kata Gena berapi-api.

Dalam aksinya, BEM Bandung Raya menuntut kepada pemerintah agar tidak mempolitisasi penurunan BBM. Bukan hanya itu, mereka juga menuntut untuk menasionalisasi aset penting serta berantas mafia perminyakkan dan perbaiki sistem regulasi migas.

Sebanyak 15 polisi berjaga di depan gerbang Gedung Sate. Sempat terjadi aksi dorong mendorong antara polisi dengan demonstran. Bahkan demonstran juga sempat goyang-goyangkan gerbang Gedung Sate.

Hingga pukul 11.15 WIB aksi masih terus berlangsung. Keinginan mereka (demonstran - red) untuk memasukan kuda yang mereka bawa ke dalam halaman Gedung Sate tidak mendapatkan izin dari polisi. Akhirnya kuda hanya diparkir di luar gerbang Gedung Sate.



Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (afz/afz)


Berita Terkait