"Kalau hari biasanya pada saat musim kemarau hanya 20 paket, tapi waktu musim hujan bisa mencapai 35 paket dalam satu hari," ujar petugas penerima cuci kiloan Pondok Cuci Kiloan Rapih, Desi Arianti (25), saat dijumpai detikbandung, di Jl Dipatiukur 68, Bandung.
Satu paket yang dititipkan konsumen di tempatnya bisa mencapai 12-18 kg. Jumlah ini tak biasa dijumpai sebelum musim hujan tiba. Dimana kiloan hanya mencapai 5-8 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu belum hujan kita menerima 200-250 kg saja," ujar seorang petugas Maniklin, Yanti (38).
Membludaknya konsumen yang memanfaatkan jasa cuci kiloan ini diperkirakan kurangnya sinar matahari yang digunakan dalam pengeringan pakaian secara manual oleh para konsumen.
"Mungkin kalau hujan mataharinya kurang, dan di sini bisa dikeringkan dengan mesin," ujar Desi.
Di sisi lain, membludaknya konsumen membuat para jasa cuci kiloan pun kewalahan. Jadwal yang biasanya tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan, mau tidak mau harus molor sampai berhari-hari. Untuk itu, mereka selalu menginggatkan kepada calon konsumen sebelum menyetujui jasa pencucian.
"Biasanya kita kasih tahu dulu sama yang mau cuci, kalau waktunya tidak mungkin selesai seperti biasanya. Kalau mereka mau kita terima, kalau tidak, ya, tidak apa-apa," ujar Yanti.
Satu paket kiloan konsumen biasanya selesai dalam waktu dua atau tiga hari. Namun saat musim penghujan seperti sekarang ini, satu paket kiloan bisa selesai 4-5 hari. (ahy/ern)











































