"Tes darah baru keluar lusa depan, sekarang belum bisa dipastikan apakah pasien mengidap AI atau tidak," ujar Kepala Instalasi Ruangan Flamboyan, RSHS Bandung, Adang Rasmita, saat dihubungi wartawan, Senin (3/11/2008).
Ketika disinggung apakah ada kemungkinan pasien mengidap flu burung terkait dengan rutinitasnya sehari-hari, dirinya enggan memastikan. "Belum bisa diperkirakan. Baru suspect saja. Melihat riwayat hidupnya sebagai tukang potong ayam, pasien mendukung tertular virus H5N1 ," ujarnya.
Adang pun menuturkan, ketika pasien suspect flu burung masuk ruang instalasi flamboyan, suhu badannya berada di angka 39 derajat celcius. Sedangkan pernapasannya 50 kali per menit.
"Dari hasil perbandingan rotngen yang didapat dari rumah sakit yang merujuknya, keadaan paru-paru pasien kian merosot," jelas Adang. Jenazah saat ini dibawa ke Leles, Garut, dengan menggunakan mobil jenazah jenis Elf milik RSHS. (lom/lom)











































