Dadan Hadiansyah (32) warga Jalan Inhoftank, Bandung, masuk RSHS pada Minggu (2/11/2008) pukul 22.00 WIB. Menurut ayah korban Ukun Sobana (66), awalnya Dadan mengalami demam pada hari Kamis (30/10/2008). "Ia tidak kemana-mana. Setelah tiga hari tidak turun panasnya, anak saya sendirian ke dokter praktik pada pagi hari," tutur Ukun di RSHS, Senin (3/11/2008).
Masih menurut Ukun, dari dokter praktik, Dadan mendapat tujuh jenis obat tablet. "Ketika pertama kali makan obat tidak ada reaksi apa-apa. Setelah memakan obat kedua kalinya, dia sesak napas dan muntah-mundah. Baru kemudian dibawa ke RS Sartika Asih pada sore hari," tutur Ukun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesehariannya, Dadan dan Ukun berprofesi sebagai penjual ayam ke beberapa pasar tradisional di wilayah Bandung Raya. Tiap hari mereka menjual 500 ekor ayam potong yang dibeli dari peternak di sekitar Bandung dan Kabupaten Bandung.
Meski bersinggungan langsung dengan unggas, Ukun keberatan jika anaknya disebutkan diduga menjadi suspect flu burung. "Saya tidak tahu ini sakitnya apa, tetapi bukan flu burunglah. Saya khawatir usaha saya hancur gara-gara hal ini," tuturnya cemas. (lom/lom)











































