Dari data RS Al Islam, untuk pasien rawat inap DBD pada September sebanyak 112 orang dan menigkat pada Oktober menjadi 118 pasien. Sementara untuk pasien diare yang rawat inap pada September, jumlahnya hanya 69 dan melonjak tajam pada Oktober menjadi 116 pasien. Sedangkan untuk pasien diare yang rawat jalan sebanyak 148 orang pada September dan meningkat menjadi 184 pasien untuk Oktober.
Iwan S Mertasudira, dokter spesialis penyakit dalam mengatakan meningkatkan pasien DBD dan diare karena saat ini baru memasuki musim penghujan atau musim pancaroba. "Selain itu juga kebersihan lingkungan mempengaruhi meningkatnya jumlas pasien DBD dan diare," katanya di RS Al Islam di Jalan Soekarno Hatta, Jumat (31/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak mendominasi, namun jumlah pasien anak cukup banyak. Untuk pasien DBD yang rawat inap, jumlah pasien pada Oktober 33 naik dari bulan sebelumnya yang hanya 21 pasien. Sementara untuk pasien DBD, pasien anak pada Oktober mencapai 53 pasien naik dari bulan sebelumnya 48 orang.
"Kami terus mengimbau masyarakat agar menggalakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan untuk mencegah diare dan 3M (mengubur, menguras, dan menimbun) untuk mencegah DBD," jelasnya. (ern/ern)











































