Demikian diungkapkan oleh Ketua Garis Pusat Chep Hernawan saat dihubungi detikbandung, Jumat (31/10/2008).
"Saya tegaskan, Garis tidak mengenal Amrozi cs. Kami hanya melihat Amrozi Cs merupakan alumni Afganistan dan Poso," tegas Chep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi pengeboman di luar daerah konflik kami kutuk. Bom bali kami kutuk keras. Karena Bali bukan daerah konflik," terang Chep.
Namun Chep meragukan keterlibatan Amrozi Cs dalam aksi bom Bali 1. Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh almarhum ayahnya, H Endang Syafei, tidak mungkin Amrozi Cs yang melakukan aksi pengemboman tersebut.
"Berdasarkan investigasi langsung di lapangan selama 3 bulan yang dilakukan oleh almarhum ayah saya, bom yang digunakan dalam bom Bali 1 adalah berjenis C4. Itu bukan diproduksi oleh semua negara, hanya Amerika dan Rusia yang produksi. Jadi tidak mungkin Amrozi Cs yang melakukannya. Jadi mungkin Amrozi Cs terseret-seret ke sana (kasus bom Bali 1 - red) karena pesanan pemerintah yang didikte oleh bangsa asing," tutur Chep penuh semangat.
Hal tersebutlah yang menjadi alasan H Endang Syafei berwasiat kepada Chep Hernawan untuk menghibahkan tanahnya yang seluas 1 hektar untuk pemakaman Amrozi Cs jika dieksekusi nanti.
"Karena itu orang tua saya berwasiat sebelum meninggal tahun 2006 kalau meninggal, Amrozi Cs agar dimakamkan disini," pungkas Chep.
Tanah yang dijadikan tempat pemakaman tersebut merupakan wakaf dari Chep Hernawan. Pemakaman ini akan diberi nama taman pemakaman mujahid (TPM) yang terletak di Kampung Bobojong, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
(afz/ern)











































