Berdasarkan situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 13 daerah itu adalah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Purwakarta, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, Kuningan, dan Cirebon.
Untuk wilayah Bandung sendiri, ada 23 titik yang rawan longsor pada bulan ini. "Untuk November kita masih teliti," ujar Kepala PVMBG Surono saat dihubungi detikbandung, Rabu (29/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titik-titik rawan longsor ini terbagi kepada potensi yang sedang dan tinggi. Potensi longsor sedang maksudnya daerah ini akan rawan terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, jurang, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Sementara potensi longsor tingi maksudnya daerah yang rawan terjadi gerakan tanah jika hujan di atas normal dan gerakan tanah lama bisa aktif kembali. Dari 23 titik di atas, dua titik yang berpotensi tinggi mengalami longsor yaitu Gununghalu dan Rongga.
"Daerah Jabar masih menempati wilayah yang terbanyak bencana longsor, namun beberapa tahun terakhir jumlah korban menyusut, kalah dibandingkan dengan daerah lainnya. Kalau saya guru, rapor penanganan bencana di Jabar dapat rapor biru. Mudah-mudahan tetap bisa dipertahankan," ujar Surono.
Dia menjelaskan PVMBG sejak 2001 lalu bekerjasama dengan Dinas Pertambangan dan Energi Jabar untuk sosialisasi bencana alam dan penanganannya. "Saat ini di kecamatan-kecamatan sudah ada peta rawan di daerahnya masing-masing," katanya. (ern/ern)











































