detikNews
Rabu 29 Oktober 2008, 07:42 WIB

Mari Bermain Ikhlas Dengan Erbe Sentanu

- detikNews
Mari Bermain Ikhlas Dengan Erbe Sentanu
Bandung - Di era mendatang, yang menjamin kemajuan adalah hati, bukan otak. Selalu berada di zona ikhlas dan pandai bersyukur, akan mendatangkan sukses dan kebahagiaan.

Mengemas pelatihan-pelatihan yang mengarah pada kesehatan tubuh dan jiwa melalui piranti-piranti audio digital, sudah dilakukan di barat. Motivattional speaker<\/em> sekaligus pioneer of mind body medicine<\/em> seperti DR Deepak Chopra, sudah melakukannya. Penuntun meditasi yang juga pengarang buku itu sudah memproduksi berbagai compact disc<\/em> yang bertujuan mempermudah orang berlatih di rumah.

Erbe Sentanu (44), priyayi berdarah jawaa yang sering disebut oleh para rekan media sebagai pelopor Teknologi Ikhlas, spiritual motivator<\/em>, transformational coach<\/em> (pelatih transformasi diri), dan corporate soul consultant<\/em>, agaknya terinspirasi oleh ide cemerlang Chopra, salah seorang mentornya yang pernah ditemuinya pada tahun 1989. Pendiri Katahati Insttute (nama baru untuk Mind Management Center yang didirikannya pada tahun 1998) itu meramu berbagai pelatihan transformasi diri yang kemudian diberi label MindFocus!, HeartFocus! dan SoulFocus! Mas Nunu, demikian ia biasa dipanggil, memang jeli menangkap peluang itu, dan ia menyebut bisnisnya Industri Kesadaran.

Untuk memfasilitasi pelatihan-pelatihannya ia memanfaatkan berbagai piranti audio Digital Players, yang bertujuan meningkatkan kualitas kesadaran dan mutu kehidupan manusia secara personal.

Setiap Orang Adalah Dokter<\/strong>

Penampilan Nunu sangat sederhana. Perawakannya pun sedang-sedang saja. Pria berkulit sawo matang itu membawannya serius. Rekannya sesama trainer pelatihan MindFocus menyebutkan Nunu sangan spiritual.

"Saya mengenalnya saat kami kuliah di selandia baru." Sementara Veve Safitri, istrinya, berkomentar, "Mas Nunu dugemnya tafakur (meditasi)." Tetapi jika diminta menjabarkan makna ikhlas, bukan main Nunu antusias. Sebab ikhlas baginya bukan sekadar teori mendekatkan diri kepada sang pencipta, tetapi sudah menjadi gaya hidupnya.

Pemegang serifikat Master Of Economics di University of Auckland, New Zealand, yang gemar membaca buku-buku mengenai psikologi itu, sebelum mendirikan KI, mengisi guci ilmunhya dengan berguru dan bertukar pikiran dengan para master of self development dan para spiritualis, di antaranya Deepak Chopra, Sri Sri Ravi Shankar (pendiri Art of Living), Maharishi Mahooyogi, Sri sukarata, Sandy Ma Gregor, KH Yusuf Muhammad, dan banyak lagi.

Dengan bekal tersebut, ia berbagi dengan siapa saja yang ingin konsultasi dengannya, baik perorangan maupun berkelompok dengan mengikuti pelatihan-pelatihannya.

"Pekerjaan saya adalah meningkatkan kesadaran yang membuat orang sehat. Orang yang kesadarannya luas, lebih menerima (accepting), dia akan gampang sakit karena ia banyak menolak (resist), tuturnya.

Menurut Nunu, setiap orang adalah dokter, karena setiap orang memiliki daya sembuh. "Jangan datang ke saya untuk berobat. Datanglah ke saya agar anda menjadi lebih mengerti dan lebih meyadari bahwa segala sesuatu itu dimulai dari diri kita dan diakhiri di diri kita juga. Penyakit itu pun berasal dari diri kita. Kalau kita menyadarinya dan ingin mendapatkan kesembuhan kita harus berikhtiar," kata pria yang sering diminta memberi bekal spiritual kepada para kandidat Putri Indonesia itu.

Orang Ikhlas Pasti Sehat<\/strong>

Dalam diri manusia, menurut Nunu, ada dua zona yaitu zona nafsu (takut , marah, cemas, keluh) dan zona ikhlas (syukur, sabar, tenang, bahagia). Di zona iklhas itulah kondisi-kondisi keihlasan akanĀ  muncul.

Menurut Erbe Sentanu, ikhlas adalah "keterampilan" melepaskan atau menyerahkan diri untuk diterima oleh Tuhan. Misalnya, jika seseorang mempunyai masalah, maka ia harus berani melepaskannya. Setelah masalahnya dilepaskan, dia akan merasa pikirannya lebih enteng, dan masalahnya dilepaskan, ia akan merasa pikirannya lebih enteng, dan masalahnya cepat selesai.

Apabila dikaitkan dengan kesehatan, orang yang ikhlas, bahagia, dan tenang, adalah orang yang sehat. "Jika kita sedang mempunyai problem untuk mencapai suatu goal, kita tinggal membawa hati kita masuk ke dalam zona ikhlas ini. Tujuan dari semua proses kehidupan manusia adalah menuju suatu goal. Kalau kita sedang sehat, sedang sakit, punya uang atau tidak punya uang, tetapi kita tetap berada di zona ikhlas, kita pasti aman, dan performance bagus. Itu tujuan pelatihan saya," ujarnya.

Orang yang ikhlas, menurutnya memiliki energi yang tinggi. Sehingga bisa berkata- kata dan bertindak, ia sangat efektif. Dari sudut kinerja otak dan jantung, koherensi dan kerjasama, dia optimal," ujar Nunu.

Sebaliknya orang yang stres tidak bahagia, karena brainwave dan heartwave nya kacau, energinya pun kacau. "Karena itu jika berkata-kata, ia tidak powerfull," lanjutnya.

Menukik ke Gelombang Alpha<\/strong>

Untuk bisa membuka pintu ikhlas, kita harus terampil masuk ke gelombang alpha terlebih dahulu. Mengapa? Jika otot tegang kita tidak bisa melepaskan diri masuk ke gelombang alpha. Jadi harus relaksasi dulu, karena relaksasi merupakan langkah pertama keterampilan ikhlas, yaitu melakukan pelepasan-pelepasan," katanya.

Agar bisa relaksasi, pikiran kita harus digiring masuk ke gelombang alpha, (gelombang otak 8-13.9 per detik), yaitu kondisi sangan relaks. Inilah kondisi yang ideal untuk masuk ke bawah sadar. Kondisi ini bisa diciptakan melalui meditasi\/relaksasi.


(lom/lom)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed