Ke-12 mahasiswa tersebut menerima sumbangan dari Ikatan Alumni (IKA) UPI. Dana yang dikeluarkan berjumlah Rp 48 juta.
"Dari Rp. 48 juta dibagi untuk 12 mahasiswa yang terancam dikeluarkan," ujar Ketua Umum IKA UPI I Shofjan Taftazani, di Masjid Al Furqon, Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Selasa (28/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ketika disinggung mengenai pemberian bantuan untuk 12 mahasiswa tersebut, Ketum IKA UPI menuturkan jika dirinya baru mengetahui hal tersebut 3 hari lalu sebelum memutuskan memberikan bantuan.
"Saya baru mengetahui hal ini 3 hari lalu, terus terang sangat disayangkan sikap yang diberlakukan oleh UPI kepada 12 mahasiswa tersebut," ujarnya tanpa memberikan komentar lebih.
Ke depannya, pihaknya akan mengusulkan kepada rektorat untuk mampu memberikan subsidi silang dari mahasiswa berkemampuan lebih ke mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi.
"Kita akan usulkan subsidi silang kepada rektorat agar mahasiswa yang kurang mampu dibantu oleh mahasiswa yang mampu," tandas Shofjan.
Sebelumnya, 25 mahasiswa UPI terancam dikeluarkan karena tidak mampu membayar uang perkuliahan. Sebanyak 10 mahasiswa mundur karena merasa tidak mampu. Serta 3 mahasiswa telah mendapatkan bantuan dana perkuliahan. (ahy/afz)











































