Dalam aksinya mereka mengangkat berbagai macam isu yang tengah melanda bangsa Indonesia seperti masalah pendidikan, masalah perburuhan dan masalah kesehatan. Tak hanya itu, mereka juga menuntut untuk dihapuskannya sistem kerja kontrak yang lazim diterapkan oleh perusahaan-perusahaan.
"Dalam peringatan sumpah pemuda ini masih banyak hal di Indonesia harus diperhatikan oleh pemerintah. Seperti minimnya lapangan pekerjaan bagi pemuda dan pemudi Indonesia. Sekolah gratis bagi anak-anak guru dan rakyat miskin," ujar Koordinator Lapangan FPR Andi Nuroni dalam orasinya di Gedung Sate, Selasa (28/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus rebut kembali apa yang menjadi hak kita dari rezim imperialis yang anti rakyat dan anti demokrasi. Rezim SBY-JK," teriak Andi semangat.
Dalam aksi tersebut ada aksi teatrikal yang menyimbolkan masih terbelenggunya pemuda dan pemudi Indonesia. Ada dua orang laki-laki yang saling membelakangi dan dililit menggunakan lakban berwarna coklat.
"Lapangan pekerjaan buat pemuda di Indonesia masih kurang. Ini sebagai simbol bahwa bangsa ini masih dililit oleh beragam persoalan seperti masih adanya sistem kontrask, kenaikan harga sembako serta masih adanya PHK masal terhadap buruh," jelas Andi.
Aksi berlangsung tertib, sekitar 30-an polisi menjaga aksi tersebut. (afz/afz)










































