Tuntutan ini mereka lontarkan dalam aksi unjuk rasa yang diikuti seratusan orang depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (27/10/2008). Koordinator front Pembubaran Ahmadiyah Asep Syarifudin menyatakan basis terbanyak jamaat Ahmadiyah di Indonesia berada di Jabar.
"Karena itu pembubaran Ahmadiyah harga mati. Tak ada tempat bagi Ahmadiyah di Jabar. Karenanya kami minta gubernur dan wakil gubernur Jabar agar mendesak presiden mengeluarkan kepres pembubaran Ahmadiyah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada aksi ini, mereka meminta gubernur atau wagub Jabar menemui mereka. Namun setelah mengetahui gubernur berada di Mapolda Jabar menghadiri sertijab Kapolda Jabar, massa mengancam akan menyusul Gubernur Jabar Ahmad Heryawa ke Mapolda. "Kalau dalam setengah jam engga ada unsur pemerintah yang menemui kami, kami akan menyusul gubernur," tandas Asep.
Dalam aksi ini, massa juga mengusung beberapa spanduk dan bendera masing-masing ormas, serta ada poster yang bergambang Mirza Ghulam Ahmad. Salah satu poster bertuliskan 'Tak ada temoat bagi Ahmadiyah dan pembelanya di NKRI"
(ern/ern)










































