Mampus, menurut Suryawijaya, hingga saat ini masih membuka ruang untuk klarifikasi. Karena mampus memunculkan nama-nama tersebut masih bersifat dugaan.
"Kami masih buka ruang klarifikasi. Sampai sekarang kami memunculkan itu (daftar politisi busuk - red) sebagai dugaan yang harus diklarifikasi," kata Suryawijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jhonny Hidayat, Adi dan Deden Rumanji sudah terbukti. Kami lakukan investigasi terhadap kasus tersebut dan korban-korban tindak kekerasan mereka pun mengakui. Orang korbannya adalah teman-teman kita juga yang tergabung dalam Mampus dan kita percaya sama mereka," kata Suryawijaya menjelaskan.
Soal Deden, tambah Suryawijaya, bukan hanya melakukan tindak kekerasan. Namun Mampus juga mendapatkan beberapa laporan dari masyarakat mengenai poligami dan calo proyek.
"Soal Deden, kami dapat laporan bukan hanya soal kekerasan tapi soal poligami dan calo proyek. Siapa sih yang tidak tahu kalau mau mendapatkan proyek di Pemkot harus kemana. Tapi kami seleksi laporan-laporan tersebut. Tidak semua kami laporkan. Yang kami laporkan adalah laporan yang sudah kami telusuri kebenarannya," terang Suryawijaya.
Begitu pula calon yang lainnya yang masuk dalam daftar Mampus. Banyak laporan yang masuk ke Mampus seperti Kadar Selamet dari yang dilaporkan telah menghamili penyanyi dangdut.
"Ada laporan ke kami yang mengatakan bahwa dia pernah menjadi germo di salah satu cafe di Cihampelas. Selain itu saat dia menjabat sebagai anggota komisi yang membawahi perburuhan, tidak berpihak sama sekali ke buruh. Kejadian ini terjadi saat beberapa tahun lalu, buruh yang melakukan aksi di RS Kebon Jati meminta difasilitasi untuk dipertemukan dengan pimpinan RS. Sebelumnya dia mendukung namun setelah dia ketemu sama pimpinan RS dia langsung mengatakan bahwa tidak ada persoalanan kesejahteraan di RS Kebon Jati. Inikan aneh," papar Suryawijaya semangat. (afz/ern)











































